Rabu, 27 Mei 2009

KADO ULANG TAHUN LIDYA (Puisi)


Hidup.

Pada tinta kelam pekat

basuhlah dengan air suci pekerti hidup selama ini,

kemenangan dan kekalahan

adalah yang harus dihadapi dalam kehidupan.

Dalam menyusuri sepanjang tepian pantaimu

upayakan selalu mencoba :

“mengeja gelombang demi gelombang hidup-Nya”

Bersujudlah di serambi waktu-Nya

biasakan memeluk malam dalam Doa

juga berikhtiarlah dalam kesungguhan menantang alam ini.

Tidak seperti macan tanpa cakar

bukan seperti hiu tanpa taring

tidaklah pula bagaikan pantai tanpa lautan

bukan juga layaknya elang tak bersayap,

Berharaplah seperti:

-tegarnya karang diterpa ombak

-sabarnya pagi menanti mentari melepas malam

-tabahnya hari selalu berganti

-kerasnya suara petir menyambar alam

-kuatnya bumi diinjak menopang kaki

-setianya petani mengelus tanah sawah

-tingginya gunung menjulang langit

-jujurnya air mengalir merendah

-wanginya melati tertetes embun

Tapi mungkinkah semua itu,

jika sujud simpuh kita selalu menjauh

dan syukur tertinggal jauh ?

Selamat Ulang Tahun sobat,

Semoga bahagia selalu dalam Bimbingan'Nya

dan...

sesungguhnya kebahagiaan yang sejati ada dari lubuk hatimu.

*Bojonegoro, 27 Mei 2009 jam. 00.00WIB

dibuat oleh Didik untuk sobat Lidya di Medan

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Salam semangat!!!
Itu puisi semoga memiliki makna yang luar biasa utk yg menerima dan siapapun yang membaca, sbb hidup ini harus dijalani, bukan utk ditakuti. Berbuatlah baik dan positif saat ini, tdk usah banyak berfikir besok krn dgn berbuat baik saat ini pasti menjadi moment yg positif utk esok hari. Berfikirlah dan lakukan hal tsb setiap hari, setiap sblm beraktifitas. Yakinlah maka sukses akan menyertai. Selamat Ultah ya Lidya, semoga sehat selalu dalam kedewasaan utk kebahagiaan. GBU. warm regards. Di2k Bjngr.