
Hidup.
Pada tinta kelam pekat
basuhlah dengan air suci pekerti hidup selama ini,
kemenangan dan kekalahan
adalah yang harus dihadapi dalam kehidupan.
Dalam menyusuri sepanjang tepian pantaimu
upayakan selalu mencoba :
“mengeja gelombang demi gelombang hidup-Nya”
Bersujudlah di serambi waktu-Nya
biasakan memeluk malam dalam Doa
juga berikhtiarlah dalam kesungguhan menantang alam ini.
Tidak seperti macan tanpa cakar
bukan seperti hiu tanpa taring
tidaklah pula bagaikan pantai tanpa lautan
bukan juga layaknya elang tak bersayap,
Berharaplah seperti:
-tegarnya karang diterpa ombak
-sabarnya pagi menanti mentari melepas malam
-tabahnya hari selalu berganti
-kerasnya suara petir menyambar alam
-kuatnya bumi diinjak menopang kaki
-setianya petani mengelus tanah sawah
-tingginya gunung menjulang langit
-jujurnya air mengalir merendah
-wanginya melati tertetes embun
Tapi mungkinkah semua itu,
jika sujud simpuh kita selalu menjauh
dan syukur tertinggal jauh ?
Selamat Ulang Tahun sobat,
Semoga bahagia selalu dalam Bimbingan'Nya
dan...
sesungguhnya kebahagiaan yang sejati ada dari lubuk hatimu.
*Bojonegoro, 27 Mei 2009 jam. 00.00WIB


1 komentar:
Salam semangat!!!
Itu puisi semoga memiliki makna yang luar biasa utk yg menerima dan siapapun yang membaca, sbb hidup ini harus dijalani, bukan utk ditakuti. Berbuatlah baik dan positif saat ini, tdk usah banyak berfikir besok krn dgn berbuat baik saat ini pasti menjadi moment yg positif utk esok hari. Berfikirlah dan lakukan hal tsb setiap hari, setiap sblm beraktifitas. Yakinlah maka sukses akan menyertai. Selamat Ultah ya Lidya, semoga sehat selalu dalam kedewasaan utk kebahagiaan. GBU. warm regards. Di2k Bjngr.
Posting Komentar